1/11/2016
1.
Otak kiri dan otak kanan
Secara umum, Otak kanan
berperan dalam kecerdasan EQ (Emotional Quotient), seperti hal persamaan,
khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak
kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan
misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu
adalah kemampuan visual dan emosi misalnya.
Sementara itu, Otak kiri
berperan dalam kecerdasan IQ (Intelligence Quotient) seperti hal perbedaan,
angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Daya ingat otak kiri
bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak
kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan
matematika. Kedua belahan otak ini dihubungkan dengan penyekat yang disebut
korpus kalosum yang terbentuk seperti kumpulan serabut. Melalui korpus kalosum
ini otak kanan dan otak kiri saling berkomunikasi. Jadi, aktivitas dari
masing-masing bagian otak diketahui oleh
bagian yang lain. Ini memungkinkan proses kolaborasi kedua belahan otak dalam
memproses informas
Proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial,
linear, dan rasional. Belahan otak kiri ini cenderung memecah segala sesuatu ke
dalam bagian-bagian dan lebih mengenali perbedaan dari pada menemukan kesamaan
ciri. Di samping itu, belahan otak kiri memproses dunia dengan cara yang linear
dan runut. Otak kiri berdasarkan realitas mampu melakukan penafsiran abstrak
dan simbolis. Cara berpikir sesuai untuk tugas-tugas teratur, ekspresi verbal,
menulis, membaca, asosiasi audiotorial, menempatkan detail dan fakta, fonetik,
serta simbolisme.
Untuk belahan otak kanan cara berpikirnya bersifat
acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik. Cara berpikirnya sesuai dengan
cara-cara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan dan emosi,
kesadaran yang berkenaan dengan perasaaan (merasakan kehadiran suatu benda atau
orang, kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan
warna, kreativitas dan visualisasi. Belahan otak kanan ini lebih bisa melihat
gambar secara keseluruhan dengan memperhatikan dan menggabungkan menjadi sebuah
gambaran umum. Belahan otak kanan terlibat dalam proses penyetaraan yang
melibatkan banyak operasi sekaligus.
Perbedaan fungsi antara otak kanan dan kiri dapat
dikelompokkan seperti berikut ini:
a. Otak kiri mengontrol
bagian tubuh sebelah kanan, sementara otak kanan mengontrol bagian tubuh
sebelah kiri.
b. Otak kiri berpikir secara berurutan, sementara
otak kanan bersifat simultan.
c. Otak kiri fokus pada teks,
sementara otak kanan fokus pada konteks.
d. Fungsi otak kiri adalah menganalisis
rincian, sementara otak kanan melihat secara keseluruhan.
e. Otak kiri berperan dalam
proses berpikir yang logis, analitis, linier dan bertindak yang rasional. Otak kanan berfungsi dalam
hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan
warna.
OTAK TENGAH
Otak tengah adalah bagian kecil dari batang otak.
Ia terletak di tengah-tengah antara belahan otak kanan dan belahan otak kiri.
Batang otak terdiri atas, otak tengah, pons, dan medula oblongata. Ketiga
bagian tersebut bekerja sama, seperti sebuah tim yang mengatur fungsi-fungsi
dasar batang otak, seperti bernafas dan menghubungkan otak besar dengan syaraf
tulang belakang. Jika otak tengah kita bedah lagi, akan terlihat dua bagian
yaitu, tektum dan cerebral peduncle. Keduanya sangat berperan dalam
proses pendengaran dan penglihatan.
2.
Ilustrasi fungsi otak kanan dan otak kiri
Perbedaan dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan akan
membentuk sifat, karakteristik dan kemampuan yang berbeda pada seseorang. Perbedaan
teori fungsi otak kiri dan otak kanan ini telah populer sejak tahun 1960an,
dari hasil penelitian Roger Sperry.
Otak besar atau cerebrum yang merupakan bagian
terbesar dari otak manusia adalah bagian yang memproses semua kegiatan intelektual,
seperti kemampuan berpikir, penalaran, mengingat, membayangkan, serta
merencanakan masa depan.
Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan,
atau yang lebih dikenal dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan
mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang
berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta
merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri
merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).
Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional
Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia
lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan
intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi,
menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.
Belahan otak mana yang lebih baik? Keduanya baik. Setiap
belahan otak punya fungsi masing-masing yang penting bagi kelangsungan hidup
manusia. Akan tetapi, menurut penelitian, sebagian besar orang di dunia hidup
dengan lebih mengandalkan otak kirinya. Hal ini disebabkan oleh pendidikan
formal (sekolah dan kuliah) lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri dan hanya
sedikit mengembangkan otak kanan.
Orang yang dominan otak kirinya, pandai melakukan analisa
dan proses pemikiran logis, namun kurang pandai dalam hubungan sosial. Mereka
juga cenderung memiliki telinga kanan lebih tajam, kaki dan tangan kanannya
juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Sedangkan orang yang dominan
otak kanannya bisa jadi adalah orang yang pandai bergaul, namun mengalami
kesulitan dalam belajar hal-hal yang teknis.
Ada banyak cara untuk mengetahui apakah seseorang dominan
otak kanan atau dominan otak kiri. Misalnya dengan melihat perilaku
sehari-hari, cara berpakaian, dengan mengisi kuisioner yang dirancang khusus
atau dengan peralatan Electroencephalograph yang bisa mengamati bagian otak
mana yang paling aktif.
Disekitar Anda pastinya ada orang yang pandai dalam ilmu
pengetahuan, tapi tidak pandai bergaul. Sebaliknya ada orang yang pandai
bergaul, tapi kurang pandai di sekolahnya. Keadaan semacam ini disebabkan oleh
ketidakseimbangan antara otak kanan dan otak kiri.
Idealnya, otak kiri dan otak kanan haruslah seimbang dan
semuanya berfungsi secara optimal. Orang yang otak kanan dan otak kirinya
seimbang, maka dia bisa menjadi orang yang cerdas sekaligus pandai bergaul atau
bersosialisasi.Untuk mengoptimalkan dan menyeimbangkan kinerja dua belahan
otak, Anda bisa menggunakan teknologi Brainwave Entrainment atau yang dikenal
dengan Terapi Gelombang Otak. Metode ini sangat mudah diikuti karena Anda hanya
perlu mendengarkan semacam musik instrumental yang dirancang khusus untuk
menyelaraskan dan mengaktifkan kedua belahan otak Anda.
3. Teori
Otak kiri dan Otak kanan
a. Menurut teori dominasi otak kiri
atau otak kanan, masing-masing sisi otak mengontrol berbagai jenis pemikiran
yang berbeda. Sebagai tambahan, teori tersebut mengemukakan bahwa seseorang
akan lebih dominan menggunakan satu bagian otak dibandingkan bagian yang lain.
Misalnya, seseorang yang "berotak kiri" sering dikatakan lebih logis,
analitis dan obyektif, sementara orang yang "berotak kanan" dikatakan
lebih intuitif, bijaksana dan subyektif.
Dalam ilmu psikologi, teori ini didasarkan pada apa yang
dikenal sebagai lateralisasi fungsi otak. Teori otak otak kiri dan kanan
berawal dari karya Roger W. Sperry, yang dianugerahi Hadiah Nobel
pada tahun 1981. Sementara mempelajari efek epilepsi, Sperry menemukan
bahwa dengan memotong corpus collosum (struktur yang menghubungkan dua belahan
otak) akan dapat mengurangi atau menghilangkan kejang.
Namun, pasien tersebut juga mengalami gejala lain setelah
jalur komunikasi antara kedua sisi otak tersebut dipotong. Sebagai contoh,
banyak pasien yang melakukan pemisahan otak tidak dapat menyebutkan nama
benda yang diproses oleh sisi kanan otak, tetapi mampu menyebutkan nama benda
yang diproses oleh sisi kiri otak. Berdasarkan informasi ini, Sperry mengatakan
bahwa bahasa dikendalikan oleh sisi kiri otak.
Penelitian dikemudian hari telah menunjukkan bahwa otak
hampir tidak dikotomis seperti yang pernah diperkirakan. Sebagai contoh,
penelitian terbaru menunjukkan bahwa kemampuan dalam mata pelajaran seperti matematika
sebenarnya lebih kuat ketika kedua bagian otak bekerja sama.
·
Otak Kanan
Menurut, teori dominasi otak kanan dan otak kiri, sisi kanan
otak berfungsi terbaik jika digunakan pada tugas yang ekspresif dan kreatif.
Beberapa kemampuan yang populer terkait dengan sisi kanan otak meliputi:
- Mengenali wajah
- Mengekspresikan emosi
- Musik
- Membaca emosi
- Warna
- Gambar
- Intuisi
- Kreativitas
·
Otak Kiri
Sisi kiri otak dianggap mahir dalam tugas yang melibatkan logika,
bahasa dan berpikir analitis. Otak kiri sering digambarkan lebih baik dalam:
- Bahasa
- Logika
- Berpikir Kritis
- Angka
- Penalaran
KESIMPULAN
Fungsi otak kanan dan otak kiri manusia pada prinsipnya
merupakan satu kesatuan fungsi. Akan tetapi beberapa penelitian menunjukkan
bahwa, jika otak kiri sedang aktif, maka otak kanan akan lebih tenang, demikian
pula sebaliknya. otak kanan dan otak kiri juga sebenarnya bekerja saling
mendukung, sebagaimana pentingnya fungsi memori jangka pendek dan memori jangka
panjang. Dengan demikian, tidak bisa dikatakan, otak kanan lebih bagus dari
otak kiri, ataupun sebaliknya. Walaupun, pada sebagian orang, terkadang lebih
dominan untuk menggunakan area otak tertentu. Penggunaan dominasi area otak
tertentu inilah yang kemungkinan membedakan minat dan bakat antar
individu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar