29/11/2016
kreatifitas
Dalam pembahasan suatu masalah,
sebelum kita sampai pada pembahasan yang lebih detail tentang masalah tersebut,
terlebih dahulu kita perlu mengemukakan batasan tentang masalah yang kita bahas
tersebut agar kita mempunyai persepsi yang sama tentang pengertian masalah yang
akan dibahas tersebut.
Konsep tentang kreativitas termasuk konsep yang luas dan kompleks sehingga sulit merumuskan secara tepat apa yang dimaksud dengan kreativitas tersebut, berikut dikemukakan definisi kreativitas dari para ahli atau peneliti yang pernah membahas masalah tersebut.
Konsep tentang kreativitas termasuk konsep yang luas dan kompleks sehingga sulit merumuskan secara tepat apa yang dimaksud dengan kreativitas tersebut, berikut dikemukakan definisi kreativitas dari para ahli atau peneliti yang pernah membahas masalah tersebut.
PENDAPAT PARA PAKAR LUAR NEGERI
Freedam (1982) mengemukakan
kreativitas sebagai kemampuan untuk memahami dunia, menginterprestasi
pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli. Sedangkan
Woolfook (1984) memberikan batasan bahwa kreativitas adalah kemampuan individu
untuk menghasilkan sesuatu (hasil) yang baru atau asli atau pemecahan suatu
masalah. Guilford (1976) mengemukakan kreatifitas adalah cara-cara berpikir
yang divergen, berpikir yang produktif, berdaya cipta berpikir heuristik dan
berpikir lateral.
Berbeda pula dari pendapat Rhodes
yang dikutip oleh Munandar (1987) yang mengemukakan kreativitas sebagai
kemampuan dalam 4 P yaitu person, process, press, dan product. Menurut Rhodes,
kreativitas harus ditinjau dari segi pribadi (person) yang kreatif, proses yang
kreatif, pendorong kreatif dan hasil kreatifitas.
PENDAPAT PARA PAKAR INDONESIA
Para pakar Bangsa Indonesia di
antaranya juga mengemukakan batasan tentang kreatifitas, antara lain :
Cony Semiawan (1987) memberi batasan
kreativitas sebagai kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan suatu produk
baru. S.C.Utami Munandar (dalam Alisyahbana, 1983) mengemukakan kreativitas
sebagai kemampuan untuk mengubah dan memperkaya dunianya dengan
penemuan-penemuan di bidang ilmu teknologi, seni mapun penemuan-penemuan di
bidang lainnya.
Sedangkan Selo Sumarjan (1983)
mengemukakan bahwa kreativitas adalah kemampuan yang efektif dalam menciptakan
sesuatu yang baru, yang berbeda dalam bentuk, susunan, gaya, tanpa atau dengan
mengubah fungsi pokok dari sesuatu yang dibuat itu. Daldjoeni (1977) memberi
pengertian tentang kreativitas tidak hanya kemampuan untuk bersikap kritis pada
diri sendiri, tetapi juga kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam
hal ini hubungan antara dirinya dengan lingkungan, baik dalam hal materiil,
sosial maupun psikis.
KESIMPULAN
Berdasarkan atas berbagai pendapat
tentang pengertian kreativitas tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa
kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menghasilkan
sesuatu yang baru dan asli, yang sebelumnya belum dikenal ataupun memecahkan
masalah baru yang dihadapi. Apakah hasil kreativitas itu menunjukkan hal yang
baru? Beberapa ahli berpendapat bahwa kreativitas itu tidak harus seluruhnya
baru, tetapi dapat pula sebagai gabungan yang sudah ada dipadukan sesuatu yang
baru.
KRITERIA KREATIVITAS
Berdasarkan pendapat para ahli
psikologi, (Danny and Davis, 1982) mengemukakan sejumlah aspek yang berbeda
termasuk dalam kriteria kreativitas, yaitu :
- Sensitivity to problems, artinya kreativitas dilihat dari kepekaan terhadap masalah yang muncul.
- Originality, artinya pemecahan masalah dengan cara baru, bukan meniru pemecahan masalah yang lain.
- Ingenuity, artinya adanya kecerdikan dalam pemecahan masalah.
- Breadth, artinya ketepatan dalam pemecahan masalah.
- Recognity by peers, artinya ada pengakuan dari kelompok tentang penemuannya.
Salah satu hal yang penting dalam
kreativitas adalah kemampuan berpikir yang menyebar (divergent thinking)
sebagai lawan dari berpikir yang menyatu (convergent thinking). Dalam
struktur intelek kedua hal itu memainkan peranan yang sangat penting. Dalam
convergent thinking ada jawaban yang benar dan tepat, sedang pada divergent
thinking dirincikan dengan menghasilkan berbagai bermacam-macam alternatif
pemecahan yang luas, yang masing-masing merupakan kemungkinan yang masuk akal. Para
pemikir yang menyebar tidak terikat harapan-harapan, tidak menghendaki jawaban
yang benar, melainkan menghendaki cara berpikir yang spontan dan bebas, seperti
dalam melamun dan asosiasi bebas, yang menghasilkan berbagai pemecahan masalah
atau penemuan. Asosiasi bebas yang digunakan dalam pemecahan masalah secara
kelompok disebut Brainstorming.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar