06/12/2016
Berpikir lateral
Berpikir Lateral
Menjadi kreatif dapat diartikan
sebagai tidak mengikuti aturan. Kreativitas, terkadang, muncul sebagai sesuatu
aksi yang dapat tidak tepat waktu, sesuatu yang tidak terduga. Kreativitas
dapat dibentuk dengan melatih pengendalian kekuatan otak dengan membebaskan
dari suatu “keterikatan”. Tanpa kreativitas maka manusia hanyalah akan menjadi
robot yang hidup.
Istilah Berpikir Lateral digunakan
oleh Edward de Bono, seorang psikolog dari Malta, sebagai judul bukunya
Berpikir Lateral, yang diterbitkan pada tahun 1967. De Bono mendefinisikan
berpikir lateral sebagai suatu metoda berpikir yang lebih menitik beratkan
kepada perubahan konsep dan persepsi.Berpikir lateral merupakan sebuah landasan
bahwa sesuatu tidak harus menjadi jelas dengan segera dan menghasilkan ide yang
tidak dapat dihasilkan dengan metoda berpikir tradisional.
Definisi
Sistem tradisional telah
mendefiniskan bahwa berpikir yang baik adalah sebagai suatu masalah kemampuan
kognitif atau ketrampilan berpikir. Maka kini kita memiliki dua istilah: “kemampuan
kognitif” dan “ketrampilan berpikir”. Kemampuan kognitif akan
dipengaruhi oleh pola berpikir, atau suatu kumpulan persepsi yang dibentuk dari
pengalaman atau pelajaran masa lalu. Ketrampilan berpikir merupakan kemapuan
untuk menggunakan kumpulan pola berpikir. Kemudian kemampuan kognitif akan
berkembang menjadi berpikir vertikal, sedangkan ketrampilan berpikir akan
menjadi berpikir lateral. Dengan meningkatkan kemampuan kedua macam berpkir
tersebut maka, seseorang akan dapat menjadi Pemikir yang baik. Dalam buku
“Berpikir Lateral” oleh : Edward de Bono, berpikir lateral adalah cara berpikir
yang berusaha mencari solusi untuk masalah terselesaikan melalui metode yang
tidak umum, atau sebuah cara yang biasanya akan diabaikan oleh pemikiran logis.
Edward De Bono membedakan cara
berpikir ini dari berpikir vertikal. Berpikir vertikal adalah cara berpikir
yang tradisional atau logis. Berpikir vertikal melihat solusi melalui pandangan
yang wajar dari masalah atau situasi dan bekerja melalui itu, umumnya dalam
jalur yang paling biasa terpilih (umum). Di sisi lain, berpikir lateral
menunjukkan bahwa pemecah masalah dengan cara mengeksplorasi berbagai
pendekatan solusi yang menantang, bukan sekedar menerima solusi umum yang
tampaknya paling potensial. Dalam hal ini Edward De Bono sendiri tidak
bertentangan dengan pemikiran vertikal, ia melihat berpikir lateral sebagai
proses yang melengkapi sehingga membuat solusi lain lebih kreatif.
Perbedaan antara berpikir lateral
dan berpikir vertikal dapat dinyatakan dalam beberapa cara. Antara lain
alternatif (memikirkan banyak cara di luar pendekatan yang jelas), nonsequentiality
(melompat keluar dari kerangka referensi atau bekerja dari beberapa titik dan
menghubungkan mereka bersama-sama), proses seleksi (berpikir di luar
perkembangan logis ke jalur yang mungkin tampak salah) dan perhatian
(pergeseran dalam fokus perhatian langsung).
De Bono tidak sendirian dalam
menggambarkan berbagai cara berpikir lateral yang kreatif. Teori Gestalt Max
Wertheimer yang bermaksud untuk pemain untuk mendapatkan melalui gangguan
dengan berbicara pandangan makro masalah. Mirip dengan de Bono, teori Irving
Orisinalitas Maltzman seharusnya bahwa orisinalitas seseorang dapat diperkuat
melalui latihan dalam membangun hasil yang unik. Perbedaan antara ini adalah
bahwa de Bono tidak mencari pandangan makro, tetapi mengintip di masing-masing
komponen masalah. De Bono tidak menggali ke dalam namun memicu orisinalitas
yang banyak mendorong konstruksi pemikiran baru. Daripada dibangun khusus ke
dalam kurikulum, de Bono mendesak agar hal ini harus diajarkan secara eksternal
untuk bidang studi umum dalam kognisi umum.
Berpikir Lateral dan kreativitas
Ide yang baru merupakan hasil dari
berpikir lateral, dan kadang bukan sesuatu yang dapat membantu seseorang,
tetapi ketika ide yang bagus ditemukan, biasanya bukan atas hasil yang secara
jelas terlihat namun bisa saja muncul sebagai sesuatu yang tidak mungkin dan
dimunculkan dalam bentuk humor. Maka ide yang dihasilkan dari dari cara
berpikir yang ada, akan disebut sebagai Kreativitas.
Berpikir Lateral sebagai penyempurna
cara berpikir
Seperti telah dikemukakan di atas
bahwa pemikir harus memiliki kemampuan kognitif dan ketrampilan berpikir. Hal
tersebut kemudian akan membentuk seperti sebuah lingkaran setan. Ketika
seseorang telah berhasil keluar dari kotak pembatas, berpikir lateral akan
telah menunjukkan kerjanya sebagai sebuah mesin pencari, dengan berbagai jalan
pada cara berpikir dan ide-ide. Kemudian hal tersebut harus dilanjutkan oleh
kemampuan berpikir untuk meneliti hingga ke dalam hingga mencapai hasil. Namun
ketika hasil telah didapat, hal itu juga merupakan akhir dari fase kerja
kemampuan kognitif yang harus segera dilanjutkan dengan ketrampilan berpikir.
Teknik de Bono dalam berpikir
lateral
Wikipedia telah menerangkan mengenai
teknk yang digunakan untuk melatih berpikir lateral. Ada beberapa lata mental
atau metoda yang dapat digunakan untuk meningjkatkan berpikir lateral. Hal
tersebut seperti:
Masukan Acak: Pilih suatu obyek secara acak, bisa kata benda atau kata dari kamus, dan hubungkan dengan sesuatu yang sedang dipikirkan. Metoda ini juga dinamakan sebagai Method_of_focal_objects.
Provokasi: Nyatakan persepsi yang umum diluar batasnya atau gunakan alternatif provokasi terhadap situasi umum yang sedang dibahas. Hal ini akan memancing adanya persepsi baru.
Tantangan: Lakukan tantangan terhadap sesuatu kebiasaan. Hal ini dilakukan tidak untuk menyatakan bahwa cara yang ada sekarang bermasalah tetapi hanya untuk menuntun agar persepsi yang ada terlepas dan membangkitkan adanya persepsi yang baru.
Masukan Acak: Pilih suatu obyek secara acak, bisa kata benda atau kata dari kamus, dan hubungkan dengan sesuatu yang sedang dipikirkan. Metoda ini juga dinamakan sebagai Method_of_focal_objects.
Provokasi: Nyatakan persepsi yang umum diluar batasnya atau gunakan alternatif provokasi terhadap situasi umum yang sedang dibahas. Hal ini akan memancing adanya persepsi baru.
Tantangan: Lakukan tantangan terhadap sesuatu kebiasaan. Hal ini dilakukan tidak untuk menyatakan bahwa cara yang ada sekarang bermasalah tetapi hanya untuk menuntun agar persepsi yang ada terlepas dan membangkitkan adanya persepsi yang baru.
Bagaimana cara meningkatkan
ketrampilan berpikir atau berpikir lateral?
Biasanya kekampuan kognitif akan
dihasilkan dari sekolahan, kehidupan sehari-hari atau informasi yang
dikumpulkan dari berbagai cara. Tetapi ketrampilan berpikir haruslah dari
latihan dan kesadaran haruslah tersedia terlebih dahulu sebagai dasarnya. Kesadaran
akan melepaskan seseorang dari Kemelekatan, dimana kemelekatan akan membimbing
seseorang kepada pola yang tertentu. Ketika seseorang telah berada dalam
kondisi yang bebas, maka adanya ide yang baru akan dapat diterima dan dibuka.
Dengan menerima ide yang baru atau membuka pola berpikir baru, maka berpikir
lateral telah dilatih.
“Berpikir
lateral ditandai dengan adanya perpindahan pola berpikir,
dari pola berpikir yang terduga atau yang selaras,
menuju kepada ide yang tidak terduga”
dari pola berpikir yang terduga atau yang selaras,
menuju kepada ide yang tidak terduga”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar