PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
TAHAPAN PERKEMBANGAN MANUSIA
Tgl 27/9/2016
Tahapan
perkembangan manusia dibagi menjadi dua, yaitu sebelum dilahirkan (Pre-Natal)
dan sesudah dilahirkan (Post-Natal). Sebelum dilahirkan (Pre-Natal), manusia
mengalami tahapan embrio. Tahapan ini dilalui oleh manusia didalam rahim ibunya
selama masa kehamilan (gestasi). Setelah dilahirkan (Post-Natal), manusia
mengalami tahapan-tahapan yang disebut masa balita, masa kanak-kanak, masa
remaja, masa dewasa, dan masa manula. Setiap tahapan itu memiliki ciri
tersendiri.
1.
Perkembangan Manusia dalam Kandungan (masa
Pre-Natal)
Tahapa embrio terjadi selama manusia masih di
dalam kandungan. Embrio berasal dari zigot yang dihasilkan pada peristiwa
pembuahan. Zigot kemudian membelah berkali-kali hingga terbentuklah embrio.
Pada tahap perkembangan selanjutnya, embrio akan dibungkus oleh beberapa
selaput dan terbentuklah plasenta. Plasenta berfungsi untuk mendapatkan makanan
dari ibunya. Embrio ini kemudian disebut janin (fetus). Masa janin berlangsung
sampai dengan sesaat sebelum lahir. Pada masa janin, terjadi proses
penyempurnaan jaringan-jaringan dan organ-organ dalam serta terjadi pertumbuhan
tumbuh yang pesat.
2.
Perkembangan Manusia Setelah Kelahiran.
setelah
berada diluar kandungan ibu, bayi mengalami proses perkembangan yang meliputi
masa balita, masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa, dan akhirnya memasuki
masa manula.
Tahap-tahap Perkembangan Manusia Setelah
Kelahiran serta ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut.
a.
Masa Balita (0-4 tahun)
Masa balita (bawah lima tahun) merupakan awal
masa pertumbuhan di luar rahim. Perkembangan yan penting terjadi pada masa
neonates (0-30 hari) serta masa (0-4 tahun). Pada masa ini terjadi pertumbuhan
yang sangat cepat. Ketika masih di dalam rahim, pertukaran gas terjadi di
plasenta. Akan tetapi setelah bayi berada di luar rahim, paru-paru mulai
berfungsi sehingga pertukaran gas terjadi melalui paru-paru. Di dalam rahim,
suhu tubuh konstan (tetap). Di luar rahim, bayi mendapat pengaruh dari
suhu lingkungan yang berubah-ubah.
Kekebalan tubuh balita belum berkembang, karena itu balita mudah terkena
serangan penyakit. Oleh karena itu, perawatan balita memperlukan perhatiaan
khusus. Kekebalan tubuh balita dapat terbentuk melalui imunisasi.
b. Masa Kanak-Kanak (5-10 tahun)
Masa kanak-kanak adalah lanjutan dari masa
balita. Pada masa kanak-kanak telah diproduksi hormon seks namun jumlahnya
sedikit/masih rendah. Hormon adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh kelenjar
buntu. Hormon beredar di dalam darah untuk mempengaruhi proses fisiologi dan
perkembangan tubuh. Ada berbagai hormon didalam tubuh, misalnya hormon
pertumbuhan dan hormon seks. Pada masa kanak-kanak mengalami pertumbuhan fisik
dan mental cepat, sehingga perlu gizi cukup dan lingkungan yang baik.
c. Masa
Remaja/Adolesens (10-19 tahun)
Masa remaja termasuk masa yang sangat
menentukan karena pada masa remaja anak-anak mengalami banyak perubahan pada
psikis dan fisiknya. Pada masa ini anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai
anak-anak, tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya belum dapat dikatakan orang
dewasa, telah terlihat jelas adanya perbedaan mencolok antara remaja pria dan
remaja wanita. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan hormon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar