Rabu, 26 Oktober 2016

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK tugas 2



PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

 TAHAPAN PERKEMBANGAN MANUSIA
Tgl 27/9/2016
Tahapan perkembangan manusia dibagi menjadi dua, yaitu sebelum dilahirkan (Pre-Natal) dan sesudah dilahirkan (Post-Natal). Sebelum dilahirkan (Pre-Natal), manusia mengalami tahapan embrio. Tahapan ini dilalui oleh manusia didalam rahim ibunya selama masa kehamilan (gestasi). Setelah dilahirkan (Post-Natal), manusia mengalami tahapan-tahapan yang disebut masa balita, masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa, dan masa manula. Setiap tahapan itu memiliki ciri tersendiri.
1.    Perkembangan Manusia dalam Kandungan (masa Pre-Natal)
Tahapa embrio terjadi selama manusia masih di dalam kandungan. Embrio berasal dari zigot yang dihasilkan pada peristiwa pembuahan. Zigot kemudian membelah berkali-kali hingga terbentuklah embrio. Pada tahap perkembangan selanjutnya, embrio akan dibungkus oleh beberapa selaput dan terbentuklah plasenta. Plasenta berfungsi untuk mendapatkan makanan dari ibunya. Embrio ini kemudian disebut janin (fetus). Masa janin berlangsung sampai dengan sesaat sebelum lahir. Pada masa janin, terjadi proses penyempurnaan jaringan-jaringan dan organ-organ dalam serta terjadi pertumbuhan tumbuh yang pesat.
2.    Perkembangan Manusia Setelah Kelahiran.
setelah berada diluar kandungan ibu, bayi mengalami proses perkembangan yang meliputi masa balita, masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa, dan akhirnya memasuki masa manula.
Tahap-tahap Perkembangan Manusia Setelah Kelahiran serta ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut.
a.         Masa Balita (0-4 tahun)
Masa balita (bawah lima tahun) merupakan awal masa pertumbuhan di luar rahim. Perkembangan yan penting terjadi pada masa neonates (0-30 hari) serta masa (0-4 tahun). Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang sangat cepat. Ketika masih di dalam rahim, pertukaran gas terjadi di plasenta. Akan tetapi setelah bayi berada di luar rahim, paru-paru mulai berfungsi sehingga pertukaran gas terjadi melalui paru-paru. Di dalam rahim, suhu tubuh konstan (tetap). Di luar rahim, bayi mendapat pengaruh dari suhu  lingkungan yang berubah-ubah. Kekebalan tubuh balita belum berkembang, karena itu balita mudah terkena serangan penyakit. Oleh karena itu, perawatan balita memperlukan perhatiaan khusus. Kekebalan tubuh balita dapat terbentuk melalui imunisasi.
b.       Masa Kanak-Kanak (5-10 tahun)
Masa kanak-kanak adalah lanjutan dari masa balita. Pada masa kanak-kanak telah diproduksi hormon seks namun jumlahnya sedikit/masih rendah. Hormon adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh kelenjar buntu. Hormon beredar di dalam darah untuk mempengaruhi proses fisiologi dan perkembangan tubuh. Ada berbagai hormon didalam tubuh, misalnya hormon pertumbuhan dan hormon seks. Pada masa kanak-kanak mengalami pertumbuhan fisik dan mental cepat, sehingga perlu gizi cukup dan lingkungan yang baik.
c.       Masa Remaja/Adolesens (10-19 tahun)
Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karena pada masa remaja anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Pada masa ini anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak, tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya belum dapat dikatakan orang dewasa, telah terlihat jelas adanya perbedaan mencolok antara remaja pria dan remaja wanita. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan hormon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar