Psikologi Perkembangan
Tanggal 20/9/2016
1.
PENGERTIAN DAN DEFINISI PSIKOLOGI
Psikologi berasal dari perkataan Yunani
‘psyche’ yang artinya jiwa, dan ‘logos’ yang artinya ilmu paengetahuan. Jadi
secara etimologi(menurut arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari
tentang jiwa, baik maengenai macam-macam gejalanya’ prosesnya maupun latar
belakangnya. Dengan singkat disebut ilmu jiwa
Sebagai ilmu pengetahuan, psikologi juga
mempunyai sifat-sifat yang dimiliki oleh ilmu pengetahuan pada umumnaya. Secara
umum psikologi diartikan ilimu yang mempelajari tingkah laku manusia. Atau ilmu
yang mempelajari tentang gejal-gejala jiwa manusia.
Diantara pengertian yang dirumuskan oleh para
ahli itu antara lain sebagai berikut:
1. Menurut
Dr. Singgih Dirgagunarsa: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku
manusia.
2. Plato
dan Aristoteles, berpendapat bahwa: Psikologi ialah ilmi pengetahuan yang
mempelajari tentang hakiakat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
3. John
Broadus Watson: Memandang psikologi eksperimental berpendapat bahwa psikologi
sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku nampak(lahiriah) daengan
menggunakan metode observasi yang obyektif terhadap rangsang dan
jawaban(respons)
4. Withelm
Wundt: Tokoh psikologi eksperimental berpendapat bahwa psikologi merupakan ilmu
pengetahuan yang mempelajari penglaman-pangalaman yang timbul dalam diri
manusia, seperti perasaan pancaindra, fikiran, merasa(feeling) dan kehendak
5. Woodworth
dan marquis: Psikologi ialah: ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas
individu dari sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia dalam
hubungannya dengan alam sekitar
6. Knight
and knight: ‘Psychologi may be defined as the systematic study of experience
and behavior human and anima, normal and abnormal, individual and sosial’
7. Hilgert:
‘Psychologi my bedefined as the science htat studies the behevior of men and
other animal’
8. Ruch:
‘Psykologi is sometimes defined as the study of man, but this definition is too
broad. The truth is that psychologi is partly biologi cal science and partly a
social sscience, overlapping these two major areas and relating them each other
Dari hal diatas dapat disimpulkan bahw
pengertiqn psychologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari semua tinhgkah
laku dan perbuatan aindividu, dalam mana individu individu tersebut tidak dapat
dilepaskan dari lingkungannya.
Semua
tentang psikologi adalah semua yang berkaitan tentang gejala jiwa
Dalam
psikologi terdapat 2 yaitu jasmani berati fisik dan rohani berati jiwa
Dalam
pembelajaran kita menggunakan metode berbasis pembelajaatan dengan bermain.
2.
KEDUDUKANPSYCHOLOGIDALAMSISTEMATIKA ILMU PENGETAHUAN
Psychologi yang mula-mula tergabung dalam
filsafat, akhirnya memisahkan sendiri dan berdiri sendiri sebagai ilmu yang
mandiri. Hal ini adalah jasa dari Wilhelm Wundt Yng mendirikan laboratorium
psikologi yang pertama-tama pada tahun 1879 untuk menyelidiki
peristiwa-peristiwa kejiwaan secara eksperimental.
Dengan uraian singkat ini dapatlah diuraikan
bahwa psikologi sebagai suatu ilmu telah berdiri sendiri, tidak lagi menjadi
bagian dari ilmu-ilmu yang lain
3.
RUANG LINGKUP PSIKOLOGI
Ditijau dari obyeknya, psykologi dapat
dibedakan dalam dua golongan yang besar, yaitu: Psychologi yang menyelidiki dan
mempelajari manusia dan Psychologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan, yang
umumnya lebih tegas disebut psychologi hewan.
Psychologi umum ialah psikologi yang
menyelidiki dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas psikis
manusia pada umumnya yang dewasa, yang normal dan yang beradab(berkultur)
Psikologi khusus ialah psokologi yang
menyelidiki dan mempelajari segi-segi kahususan, dari aktivitas-aktivitas
psikis manusia
Psikologi khusus ini ada bermacam-macam,
antara lain:
1. Psikologi
perkembangan, Yaitu psykologi yang membicarakan perkembangan psikis manusia
dari masa bayi sampai tua, yang mencakup: Psikologi anak(mencakup masa bayi),
Psikologi puber dan adolesensi(psikologi pemuda), Psikologi orang dewasa,
Psikologi oarang tua.
2. Psikologi
Sosial, Yaitu psikologi yang khusus membicarakan tntang tingkah laku atau
aktivitas-aktivitas manusia dalam hubungannya dengan situasi social.
3. Psikologi
Pendidika, Yaitu psikologi yang husus mebguraikan kegiatan-kegiatan atau
aktivitas-aktivitas manusia dalam hubungannya dengan situasi pendidikan, misalnya
bagaimana cara menarik perhatian agar pelajaran dapat dengan muadah diterima,
bagaimana cara belajar dan sebagainya.
4. Psikologi
kepribadian dan tipologi, yaitu yang husus menguraikan tentang struktur pribadi
manusia, mengenai tipe- tipe kepribadian manusia.
5. Psikopatologi,
Yaitu psikologi yang husus menguraikan keadaan psikis yang tidak normal
(abnormal).
6. Psikologi
Kriminal, Yaitu psikologi yang husus berhubungan dengan soal kejahatan atau
kriminalitas.
7. Psikologi
Perusahaan, yaitu yang husus berhubunagn dengan sosl-soal perusahaan
4.
METODE-METODE DALAM PSIKOLOGI
Suatu metode penyelidikan dalam suatu ilmu
adalah suatu keharusan mutlak adanya, apa lagi kalau ilmu itu berdiri sendiri,
ini harus ditandai oleh adanya metode-metode tersendiri untuk menyalidiki
terhadap obyeknya, obyek psikologi adalh penghayatan dan perbuatan manusia
dalam alam yang komplek dan selalu berubah
Berdasarkan renungan-renungan dan
pengalaman-paengalaman maka akan diapatkan metode-metode sebagai berikut:
a.
Metode yang bersifat filoifis ada beberapa
macam antara lain:
1. Metode
intuitip, Metode ini dilakukan dengan cara sengaja untuk mengadakan suatu
penyelidukan atau dengan cara tidak engaja dalam pergaulan sehari-hari
2. Metode
kontemplatif, Metode ni dilakukan dengan jalan merenungkan obhek yang akan
diketahui dengan mempergunakan kemampuan berpikir kita. Alat utama yang
dipergunakan adalah pekiran yang benar-benar sudah dalam keadaan obyektif
3. Metode
filosofis religious, Metde ini digunakan dengan mempergunakan materi-materi
agama, sebagai alat utama untuk meneliti pribadi manusia
b.
metode yang bersifat empiris dapat dibagi
menjadi:
1. Metode
obserfasi, metode obserfasi ialah metode untuk mempelajari kejiwaan dengan
sengaja mengamati secara langsung, teliti dan sistematis. Obserfasi dapat
melalui tiga cara:
·
Metode introspeksi, Istilah introspeksi
berasal dari bahasa latib: (intro: dalam; dan speaktare: melihat). Jadi pada
introspeksi individu mengalami sesuatu dan ia sendiri dapat pula mengamati,
mmpelajari apa yang dihayati itu.
·
Metode instropeksi eksperimental, Istilah
introspeksi eksperimental ialah suatu metode introspeksi, yang dilaksanakan
dengan mengadakan eksperimen-eksperimen secara sengaja dan dalam suasana yang
dibuat
·
Metode ekstropeksi, Metode ekstropeksi ialah
suaru metode dalam ilmu jiwa yang berusaha untuk menyaliduki atau mempelajari
dengan sengaja dan teratur gejala jiwa sendiri dengan membandingkan gejala jiwa
orang lain dan mencobq mengambil kesimpulan dengan melihat gejala-gejala jiwa
yang yang ditunjukkkan dari mimik dan pantomimik orang lain
2. Metode
pengumpulan bahan, Dengan teknik ini, dimaksudkan suatu penyelidikan yang
dilakukan denagan mengolah data-data yang didapat dari kumpulan daftar
pertanyaan dan jawaban (angket).
Penyelidik dapat menempuh dengan melalui tiga
cara:
·
Metode angket interview, Adalah suatu
penyelidukan yang dilaksanakan denagan menggunakan daftr peretanyaan mengenai
gejala-gejala kejiwaan yang harus dijawab oleh oarng banyak, sehingga
berdasarkan jawaban yang diperolehnya itu, dapat diketahui keadaan jiwa seseorang
·
Metode biografi,,Metode ini merupakan likisan
atau tulisan perihal khidupan seseorang, baik sewaktu ia masih hidup maupun
sesudah ia meninggal
·
Metode pengumpulan bahan, Yaitu suatu metode
yang dilaksanakan dengan jalan mengumpulkan bahan-bahan terutama pengumpulan
gambar-gambar yang dibuat oleh anak-anak
3. Metode
eksperimen(percobaan), Istilah eksperimen(percobaan) dalam pskologi berarti
pengamatan secara teliti terhadap gejala-gejala jiwa yang kita timbulkan dengan
sengaja Tujuan eksperimen ialah untuk mengetahui sifat-sifat ymum dari
gejala-gejala kejiwaan
4. Metode
Klinis, Yang disebut metode klinis ialah, nasihat dan bany=tuan kedokteran,
yang diberikan kepada pasien, oleh ahli kesehatan. Metode klinis yang
diterapkan dalam psikologi ialah: kombinasi dari bantuan klinis-medis dengan
metode pendidikan, untuk melakukan observasi terhadap para pasien
5. Metode
interview, Interview merupakan metode penyelidikan dengan menggunakan
pertanyaan-pertanyaan
6. Metode
testing, Metode ini merupakan metode penyelidikan dengan mennggunakan
soal-soal, pertanyaan-pertanyaan, atau tugas-tugas lain yang telah di
setandardisasikan
5.
TUJUAN MEMPELAJARI PSIKOLOGI
Pada garis besarnya orang mempelajari ilmu
jiwa adalah untuk menjadikan manusia supaya hidupnya baik, bahagia dan sempurna.
Banyak persoalan-persoalan yang dapat dibantu dan diselesaikan oleh ilmu jiwa.
Tes dalam psikologi dapat dibedakan atas bermacam-macam jenis:
a. Menurut
banyaknya orang yang ditest, test dapat dibeadakan atas: Test perorangan dan
test kelompok
b. Berdasarkan
atas peristiwa-peristiwa kejiwaan yang diselidiki, maka test dapat dibedakan
atas: Test pengamatan, Dari uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan,
bahwa tujuan dan gunanya mempelajari
ilmu jiwa ialah: untuk memperoleh paham tentang gejala-gejala jiwa dan
pengertian yang lebih sempurna tentang tingkah laku, untuk mengetahui
perbuatan-prbuatan jiwa serta kemampuan jiwa sebaga sarana untuk mengenal
tingkah laku manusia atau anak, untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan
dengan baik
Contohnya dalam seni rupa dengan menerapkan
basis pembelajaran “bermain”. Dengan demikian kita bisa mengenali penanda pada
gambar anak Indonesia (arketif).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar