Senin, 26 Desember 2016

tugas perkembangan peserta didik 10



06/12/2016
Berpikir lateral

Berpikir Lateral

Menjadi kreatif dapat diartikan sebagai tidak mengikuti aturan. Kreativitas, terkadang, muncul sebagai sesuatu aksi yang dapat tidak tepat waktu, sesuatu yang tidak terduga. Kreativitas dapat dibentuk dengan melatih pengendalian kekuatan otak dengan membebaskan dari suatu “keterikatan”. Tanpa kreativitas maka manusia hanyalah akan menjadi robot yang hidup.
Istilah Berpikir Lateral digunakan oleh Edward de Bono, seorang psikolog dari Malta, sebagai judul bukunya Berpikir Lateral, yang diterbitkan pada tahun 1967. De Bono mendefinisikan berpikir lateral sebagai suatu metoda berpikir yang lebih menitik beratkan kepada perubahan konsep dan persepsi.Berpikir lateral merupakan sebuah landasan bahwa sesuatu tidak harus menjadi jelas dengan segera dan menghasilkan ide yang tidak dapat dihasilkan dengan metoda berpikir tradisional.
Definisi
Sistem tradisional telah mendefiniskan bahwa berpikir yang baik adalah sebagai suatu masalah kemampuan kognitif atau ketrampilan berpikir. Maka kini kita memiliki dua istilah: “kemampuan kognitif” dan “ketrampilan berpikir”. Kemampuan kognitif akan dipengaruhi oleh pola berpikir, atau suatu kumpulan persepsi yang dibentuk dari pengalaman atau pelajaran masa lalu. Ketrampilan berpikir merupakan kemapuan untuk menggunakan kumpulan pola berpikir. Kemudian kemampuan kognitif akan berkembang menjadi berpikir vertikal, sedangkan ketrampilan berpikir akan menjadi berpikir lateral. Dengan meningkatkan kemampuan kedua macam berpkir tersebut maka, seseorang akan dapat menjadi Pemikir yang baik. Dalam buku “Berpikir Lateral” oleh : Edward de Bono, berpikir lateral adalah cara berpikir yang berusaha mencari solusi untuk masalah terselesaikan melalui metode yang tidak umum, atau sebuah cara yang biasanya akan diabaikan oleh pemikiran logis.
Edward De Bono membedakan cara berpikir ini dari berpikir vertikal. Berpikir vertikal adalah cara berpikir yang tradisional atau logis. Berpikir vertikal melihat solusi melalui pandangan yang wajar dari masalah atau situasi dan bekerja melalui itu, umumnya dalam jalur yang paling biasa terpilih (umum). Di sisi lain, berpikir lateral menunjukkan bahwa pemecah masalah dengan cara mengeksplorasi berbagai pendekatan solusi yang menantang, bukan sekedar menerima solusi umum yang tampaknya paling potensial. Dalam hal ini Edward De Bono sendiri tidak bertentangan dengan pemikiran vertikal, ia melihat berpikir lateral sebagai proses yang melengkapi sehingga membuat solusi lain lebih kreatif.
Perbedaan antara berpikir lateral dan berpikir vertikal dapat dinyatakan dalam beberapa cara. Antara lain alternatif (memikirkan banyak cara di luar pendekatan yang jelas), nonsequentiality (melompat keluar dari kerangka referensi atau bekerja dari beberapa titik dan menghubungkan mereka bersama-sama), proses seleksi (berpikir di luar perkembangan logis ke jalur yang mungkin tampak salah) dan perhatian (pergeseran dalam fokus perhatian langsung).
De Bono tidak sendirian dalam menggambarkan berbagai cara berpikir lateral yang kreatif. Teori Gestalt Max Wertheimer yang bermaksud untuk pemain untuk mendapatkan melalui gangguan dengan berbicara pandangan makro masalah. Mirip dengan de Bono, teori Irving Orisinalitas Maltzman seharusnya bahwa orisinalitas seseorang dapat diperkuat melalui latihan dalam membangun hasil yang unik. Perbedaan antara ini adalah bahwa de Bono tidak mencari pandangan makro, tetapi mengintip di masing-masing komponen masalah. De Bono tidak menggali ke dalam namun memicu orisinalitas yang banyak mendorong konstruksi pemikiran baru. Daripada dibangun khusus ke dalam kurikulum, de Bono mendesak agar hal ini harus diajarkan secara eksternal untuk bidang studi umum dalam kognisi umum.

Berpikir Lateral dan kreativitas
Ide yang baru merupakan hasil dari berpikir lateral, dan kadang bukan sesuatu yang dapat membantu seseorang, tetapi ketika ide yang bagus ditemukan, biasanya bukan atas hasil yang secara jelas terlihat namun bisa saja muncul sebagai sesuatu yang tidak mungkin dan dimunculkan dalam bentuk humor. Maka ide yang dihasilkan dari dari cara berpikir yang ada, akan disebut sebagai Kreativitas.
Berpikir Lateral sebagai penyempurna cara berpikir
Seperti telah dikemukakan di atas bahwa pemikir harus memiliki kemampuan kognitif dan ketrampilan berpikir. Hal tersebut kemudian akan membentuk seperti sebuah lingkaran setan. Ketika seseorang telah berhasil keluar dari kotak pembatas, berpikir lateral akan telah menunjukkan kerjanya sebagai sebuah mesin pencari, dengan berbagai jalan pada cara berpikir dan ide-ide. Kemudian hal tersebut harus dilanjutkan oleh kemampuan berpikir untuk meneliti hingga ke dalam hingga mencapai hasil. Namun ketika hasil telah didapat, hal itu juga merupakan akhir dari fase kerja kemampuan kognitif yang harus segera dilanjutkan dengan ketrampilan berpikir.
Teknik de Bono dalam berpikir lateral
Wikipedia telah menerangkan mengenai teknk yang digunakan untuk melatih berpikir lateral. Ada beberapa lata mental atau metoda yang dapat digunakan untuk meningjkatkan berpikir lateral. Hal tersebut seperti:
Masukan Acak: Pilih suatu obyek secara acak, bisa kata benda atau kata dari kamus, dan hubungkan dengan sesuatu yang sedang dipikirkan. Metoda ini juga dinamakan sebagai Method_of_focal_objects.
Provokasi:
Nyatakan persepsi yang umum diluar batasnya atau gunakan alternatif provokasi terhadap situasi umum yang sedang dibahas. Hal ini akan memancing adanya persepsi baru.
Tantangan: Lakukan tantangan terhadap sesuatu kebiasaan. Hal ini dilakukan tidak untuk menyatakan bahwa cara yang ada sekarang bermasalah tetapi hanya untuk menuntun agar persepsi yang ada terlepas dan membangkitkan adanya persepsi yang baru.
Bagaimana cara meningkatkan ketrampilan berpikir atau berpikir lateral?
Biasanya kekampuan kognitif akan dihasilkan dari sekolahan, kehidupan sehari-hari atau informasi yang dikumpulkan dari berbagai cara. Tetapi ketrampilan berpikir haruslah dari latihan dan kesadaran haruslah tersedia terlebih dahulu sebagai dasarnya. Kesadaran akan melepaskan seseorang dari Kemelekatan, dimana kemelekatan akan membimbing seseorang kepada pola yang tertentu. Ketika seseorang telah berada dalam kondisi yang bebas, maka adanya ide yang baru akan dapat diterima dan dibuka. Dengan menerima ide yang baru atau membuka pola berpikir baru, maka berpikir lateral telah dilatih.
“Berpikir lateral ditandai dengan adanya perpindahan pola berpikir,
dari pola berpikir yang terduga atau yang selaras,
menuju kepada ide yang tidak terduga”

tugas perkembangan peserta didik 9



29/11/2016
kreatifitas
Dalam pembahasan suatu masalah, sebelum kita sampai pada pembahasan yang lebih detail tentang masalah tersebut, terlebih dahulu kita perlu mengemukakan batasan tentang masalah yang kita bahas tersebut agar kita mempunyai persepsi yang sama tentang pengertian masalah yang akan dibahas tersebut.

Konsep tentang kreativitas termasuk konsep yang luas dan kompleks sehingga sulit merumuskan secara tepat apa yang dimaksud dengan kreativitas tersebut, berikut dikemukakan definisi kreativitas dari para ahli atau peneliti yang pernah membahas masalah tersebut.

PENDAPAT PARA PAKAR LUAR NEGERI
Freedam (1982) mengemukakan kreativitas sebagai kemampuan untuk memahami dunia, menginterprestasi pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli. Sedangkan Woolfook (1984) memberikan batasan bahwa kreativitas adalah kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu (hasil) yang baru atau asli atau pemecahan suatu masalah. Guilford (1976) mengemukakan kreatifitas adalah cara-cara berpikir yang divergen, berpikir yang produktif, berdaya cipta berpikir heuristik dan berpikir lateral.

Berbeda pula dari pendapat Rhodes yang dikutip oleh Munandar (1987) yang mengemukakan kreativitas sebagai kemampuan dalam 4 P yaitu person, process, press, dan product. Menurut Rhodes, kreativitas harus ditinjau dari segi pribadi (person) yang kreatif, proses yang kreatif, pendorong kreatif dan hasil kreatifitas.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHGj1VKtgXkHGbHM9DZBro9c-YCx0Byuq0NJxBB0FxQfQaU1c7ldMfrI__mZDpJyILlm3HOQO_yPs7Bi6P6cDsIkG1ATS8RzqBJg4YZTKHH7Sy28tGMnTDFCYCLTE0iG7eayph7bsokxg/s320/Ide+Kreativitas.jpg
Ide Kreativitas
(sumber : m4zone.blogspot.com)

PENDAPAT PARA PAKAR INDONESIA
Para pakar Bangsa Indonesia di antaranya juga mengemukakan batasan tentang kreatifitas, antara lain :
Cony Semiawan (1987) memberi batasan kreativitas sebagai kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan suatu produk baru. S.C.Utami Munandar (dalam Alisyahbana, 1983) mengemukakan kreativitas sebagai kemampuan untuk mengubah dan memperkaya dunianya dengan penemuan-penemuan di bidang ilmu teknologi, seni mapun penemuan-penemuan di bidang lainnya.

Sedangkan Selo Sumarjan (1983) mengemukakan bahwa kreativitas adalah kemampuan yang efektif dalam menciptakan sesuatu yang baru, yang berbeda dalam bentuk, susunan, gaya, tanpa atau dengan mengubah fungsi pokok dari sesuatu yang dibuat itu. Daldjoeni (1977) memberi pengertian tentang kreativitas tidak hanya kemampuan untuk bersikap kritis pada diri sendiri, tetapi juga kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam hal ini hubungan antara dirinya dengan lingkungan, baik dalam hal materiil, sosial maupun psikis.

KESIMPULAN
Berdasarkan atas berbagai pendapat tentang pengertian kreativitas tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru dan asli, yang sebelumnya belum dikenal ataupun memecahkan masalah baru yang dihadapi. Apakah hasil kreativitas itu menunjukkan hal yang baru? Beberapa ahli berpendapat bahwa kreativitas itu tidak harus seluruhnya baru, tetapi dapat pula sebagai gabungan yang sudah ada dipadukan sesuatu yang baru.

KRITERIA KREATIVITAS
Berdasarkan pendapat para ahli psikologi, (Danny and Davis, 1982) mengemukakan sejumlah aspek yang berbeda termasuk dalam kriteria kreativitas, yaitu :
  1. Sensitivity to problems, artinya kreativitas dilihat dari kepekaan terhadap masalah yang muncul.
  2. Originality, artinya pemecahan masalah dengan cara baru, bukan meniru pemecahan masalah yang lain.
  3. Ingenuity, artinya adanya kecerdikan dalam pemecahan masalah.
  4. Breadth, artinya ketepatan dalam pemecahan masalah.
  5. Recognity by peers, artinya ada pengakuan dari kelompok tentang penemuannya.
Salah satu hal yang penting dalam kreativitas adalah kemampuan berpikir yang menyebar (divergent thinking) sebagai lawan dari berpikir yang menyatu (convergent thinking). Dalam struktur intelek kedua hal itu memainkan peranan yang sangat penting. Dalam convergent thinking ada jawaban yang benar dan tepat, sedang pada divergent thinking dirincikan dengan menghasilkan berbagai bermacam-macam alternatif pemecahan yang luas, yang masing-masing merupakan kemungkinan yang masuk akal. Para pemikir yang menyebar tidak terikat harapan-harapan, tidak menghendaki jawaban yang benar, melainkan menghendaki cara berpikir yang spontan dan bebas, seperti dalam melamun dan asosiasi bebas, yang menghasilkan berbagai pemecahan masalah atau penemuan. Asosiasi bebas yang digunakan dalam pemecahan masalah secara kelompok disebut Brainstorming.

tugas perkembangan peserta didik 8



22/11/2016
-DAM TEST yaitu draw a man test
-DAP TEST yaitu –draw a person test
                               -house tree person test
                              -draw afamily test