Selasa, 10 Maret 2015

Psikologi seni 04/03/2015



Proses  pengelolaan kegiatan seni



-Pengubahaan(mengomunikasikan ide).
            Pengubahaan juga dapat diartikan sebagai merakit,menyambung,mengintalasi(manusia tidak dapat menciptakan,hanya tuhan yang dapat menciptakan)pengubahan dapat di lakukan dengan ide nya yang sama tapi keluarnya tidak sama,namun sebaliknya dimana idenya berbeda tapi keluarnya sama.ini sama saja namun hanya beda pandangan nya tapi tidak semua orang bisa mengubah.dimana disini ada hubungan nya Antara pengubah dengan karya,dengan penikmat dan kritikus,adapula pengubah dengan karya langsung dengan kritikus.

-Penikmatan (pameran,tijauan,pertukan apresiasi,diskusi,seminar)
Apresiasi seni ialah suatu proses penghayatan karya seni yang diamati dan penghargaan pada karya seni itu sendiri serta penghargaan pada penciptanya. Dari sudut pandang bahasa, kata apresiasi (appreciation) dengan kata kerja to appreciate, artinya berarti menentukan atau menunjukkan nilai atau menilai, menilai bobot karya, menikmati dan akhirnya menghayati. Secara umum apresiasi dapat diartikan sebagai kesadaran menilai lewat penghayatan suatu karya.

Penghayatan dalam proses apresiasi harus dilakukan secara obyektif (tanpa prasangka). Mutu hasil sebuah apresiasi tergantung dari pengalaman dan intensitas kita dan pergulatan kita di dalam menghayati karya seni di banyak ivent dan ragam karya yang pernah kita lihat. Artinya makin sering kita melihat karya-karya seni (tertentu), maka pengalaman artistik dan estetik kita makin panjang dan wawasan kita makin bertambah, sehingga mutu apresiasi kita juga makin baik.

Oleh karena itu selain cara pandang antara pencipta seni dengan apresiator juga memiliki perbedaan, juga antara apresiator yang satu dengan yang lain juga punya penilaian yang berbeda karena pengalaman dan wawasannya juga berbeda.

-Penilaian(kritik seni) 
Kritik karya seni memiliki perbedaan tujuan dan kualitas. Karena perbedaan tersebut, maka dijumpai beberapa jenis karya seni seperti yang disampaikan oleh Feldman (1967) yaitu kritik populer (popular criticism), kritik jurnalis (journalistic criticism), kritik keilmuan (scholarly criticism). dan kritik pendidikan (pedagogical criticism). Pemahaman terhadap keempat tipe kritik seni dapat mengantar nalar kita untuk menentukan pola pikir dalam melakukan kritik seni. Setiap tipe mempunyai ciri (kriteria), media (alat : bahasa), cara (metoda), sudut pandang, sasaran, dan materi yang tidak sama
Dalam kritik seni sesungguhnya tedapat tiga asumsi terpenting, yakni:
1)      Kritik sebagai aktivitas apresiasi seni
2)      Kritik   sebagai aktivitas penghakiman
3)      Kritik sebagai aktivitas seni tersendiri
Dalam eksistensi kritik seni seperti yang diuraikan di atas, tampak peran kritik sangat vital menentukan perkembangan seni ditengah masyarakat, baik untuk seni tari, seni music, seni sastra, seni teater dan film, maupun untuk seni rupa.

Alat Kritik Seni  
Tingkat kepakaran seorang kritikus menurut keahlian dan persyaratan tersendiri, sehingga bobot penilaian yang dilakukannya cukup meyakinkan bagi para pembaca.
Bekal atau perlengkapan yang harus dimiliki kritikus seni sehingga penilaiannya berbeda dengan orang kebanyakan, sebagai berikut:
1)      Seorang kritikus harus mempunyai cita rasa seni yang terbuka, artinya mempunyai kapasitas mengahargai kreativitas artistic yang sangat beragam. Mengapresiasikan dengan baik karaya seni yang eksis di berbagai tpat dan zaman.
2)      Seorang kritikus memerlukan studi formal di lembaga tinggi kesenian, khususnya tentang sejarah kesenian dan sejarah kebudayaan.
3)      Seorang kritikus harus berpengalaman mengamati dan menghayati seni secara orisinal, baik di studio, gedung pertunjukan, sanggar, maupun di museum. Pengalaman otentik ini diperlukan, sebab sukar dan mustahil mendapat pengalaman otentik dari slide, buku atau reproduksi karya seni belaka.
4)      Seorang kritikus harus mampu secara imajinatif merekapitulasi faktor teknik karya seni, sehingga mengetahui bagaimana proses pembuatan karya yang menjadi objek kritiknya.
5)      Seorang kritikus perlu mengetahui benar peristilahan seni, style seni, fungsi seni, opini penting para seniman dan pakar estetika secara periodic, disamping memahami konteks sosial dan kebudayaan yang melatar belakangi kreasi seorang seniman.
6)      Seorang kritikus harus paham betul pebedaan antara niat artistic dengan hasil atau penyampaian artistic, sehingga dia mampu meluhat senjangan antar keduanya. Niat, amanat, pernyataan, atau nilai yang ingin dekspresikan seniman tidak selalu persis terungkap dalam hasil kreasi seninya.
7)      Seorang kritikus harus mampu melawan bias atau simpati terhadap karya seniman tersebut yang dikenalnya secara pribadi. Sebaliknya, mampu pula secara ojektif dan penuh kearifan mengakuo keunggulan seorang seniman, meskipun seniman tersebut berbeda pendapat. Dengan kata lain perbedaan pendapat tidak mempengaruhi penilaian objektif seorang kritikus.
8)       Seorang kritikus harus harus memiliki kesadaran kritis. Hal ini berkaitan dengan karya seni yang berbeda itu. Sikap netral dan demokratis adalah basis kearifan penilaina seni.
9)      Seorang kritikus seni profesional harus memiliki temperamen judisial, dalam praktiknya ini berarti kemampuan menilai seni dengan cara yang tidak tergesa-gesa. Aktivitas menilai seni memerlukan bukti dan kesaksian akurat. Diperlukan waktu untuk mencerap berbagai kesan, asosiasi, sensasi, yang diberikan karya seni. Hal ini diperlukan agar kritikus dapat secara hati-hati dan cermat menganalisis dan manafsirkan nilai kerya seni dengan bujaksana dan cerdas.

-karakteristik kegiatan seni
*seni rupa (dimana ini sifat karya nya pribadi,namun pada jaman modern ini banyak yang bersifat universal)
*seni music (dalam kegiatan karya ini bersifat universal karna bnyak mengantung unsur pembantu)
*seni tari(ini bersifat karya nya universal sama dengan seni music)
*seni sastra(besifat karya nya universal sama dengn seni musik)
*seni teater(bersifat karya nya universal sama dengn seni musik)



sumber:
 http://sen1budaya.blogspot.com/2012/09/kritik-seni.html
diksi rupa karya mike susanto

Selasa, 03 Maret 2015

psikologi seni 25/02/2015



Landasan penggubahan karya seni

Ada 3 pokok berkarya seni yaitu:
1.Rasa.
2.Pikir.
3.Keselarasan lingkungan.
Dimana ketiga nya ini di landasai oleh prilaku manusia.
dalam  proses berkesenian harus memerhatikan lingkungan dimana lingkungan sangat erat hubungan nya dengan hal berkesenian.
Ada 2 landasan yautu:
1.cipta (create);dimana hanya tuhan yang mampu membuat/membentuk sesuatu tanpa ada awalan nya.
2.gubah(compose):ini hanya ciptaan manusia di mana ada unsur mengombinasikan,menuangkan,mengujudkan,mengias,dll.
Seni itu bisa di ubah karna kurangnya kesadaran terhadap lingkungan.dimana karya itu di buat tampa memikirkan rasa,hanya mementingkan dimana karya tersebut bisa menghasilkan uang.
Dimana pada jaman modern ini banyak pelaku seni hanya memikirkan hasil nya saja,tampa memikirkan nilai-nilai terhadap karyanya,dimana karya tersebut asal jadi dan bisa mengasilkan uang,disini lah banyak terjadi pengubahan karya seni,dimana dulunya karya di buat dengan memikirkan beberapa aspek,dan karya itu di buat atas pengaruh linkungan nya,tampa memikirkan uang nya,
Ditinjau dari berbagai aspek kehidupan termasuk dalam proses berkarya seni, pengembangan kreativitas (daya cipta) sangatlah penting. Susanto (2011) menyatakan bahwa kreativitas adalah “kesanggupan seseorang untuk menghasilkan karya-karya atau gagasan-gagasan tentang sesuatu pada hakikatnya baru atau baru sama sekali dalam arti tidak diketahui atau belum pernah diciptakan sebelumnya”. Hurlock (1978) menyatakan bahwa kreativitas merupakan “suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru, apakah suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru”. Kemudian sebagaimana dikatakan oleh Guilford (dalam Horlock, 1978) kreativitas adalah “suatu proses mental yang unik, suatu proses yang semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru.
sumber:
diksi rupa karya mikke susanto (2011)

Senin, 02 Maret 2015

Psikologi seni (tgl 18/02/2015)



Psikologi

Psikologi daam bahasa alatin(inggris) dapat di bagi menjadi 2 yaitu:phyche (yang berati jiwa) dan phisic(yang berati fisik).jadi Psikologi dapat di artikan menjadi ilmu jiwa.
Dimana fisik sifat nya itu dapat kelihatan dengan secara langsung seperti:tubuh besar,kulit putih.dll.
Sedangkan jiwa merupaka sifatnya tidak kelihatan(dimana hanya bisa Nampak pada prilaku/jiwa yang Nampak.
Pembahasan tentang hubungan antara psikologi dan seni telah memunculkan sebuah disiplin yang disebut psikologi seni (psychology of art). Disiplin ini membahas konsep-konsep psikologi yang bisa diterapkan dalam kesenian, jadi merupakan sebentuk ilmu terapan (applied science) dari psikologi terhadap bidang seni. Tetapi disiplin ini hanya dibahas di fakultas atau jurusan kesenian, bukan jurusan psikologi. Hal ini analog dengan penerapan psikologi dalam bidang-bidang lainnya seperti pendidikan (melahirkan disiplin psikologi pendidikan), bidang industri (melahirkan psikologi industri), bidang dakwah (melahirkan psikologi dakwah), dan sebagainya.
Seni merupakan suatu yang dilakukan oleh orang bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya,melainkan adalah apa  saja yang dilakukan semata-mata karana kehendak akan kemewahan,kenikmatan maupun karana dorongan kebutuhan spiritual(everyman encyclopedia).seni juga berkaitan dengan social.
Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi seni adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari bagai mana prilaku atau sipat manusia dalam membuat katya seni.
Setiap manusia mempunyai cara atau prilaku yang berbeda dalam membuat karya seni. Kebanyakan manusia dalam membuat karya seni memiliki prilaku yang aneh-aneh dalam berkaya,
Karna imana prilaku manusia pembuat(seniman)nya ingin berkebebasan daam berkarya.


sunber : 
  • yohanneswijaya89.blogspot.com/2012/10/psikologi-dan-seni.html
  • diksi rupa karya mikke susanto.hal 354.tentang seni.